Thoughts of T

I think, therefor I write.

T's Notes

Strategi Bisnis Tukang Parkir

Posted by Sutanto Wijaya on August 29, 2012 at 1:15 PM

Yes, Anda tidak salah baca. Jadi tukang parkir pun harus ada strategi! Pagi itu saya pergi ke apotik dengan sepeda motor untuk membeli obat, dan selama ini setiap kali ke sana saya tidak pernah melihat ada tukang parkir. Jujur saja, hal ini saya syukuri. Well, secara umum tukang parkir memang punya "brand image" yang kurang begitu bagus. Kalau Anda tidak setuju dengan saya, hanya ada dua kemungkinan. Satu, Anda termasuk tipe yang sangat berhati mulia, dan membayar uang parkir adalah hal yang sangat lumrah dan wajar, meskipun kalau Anda hanya singgah ke suatu tempat tidak sampai satu menit. Hitung-hitung, amal dan sedekah lah, kata Anda. Toh mereka (para tukang parkir) juga butuh makan dan menghidupi anak istri. Kemungkinan kedua, you're simply a big fat liar! (excuse my French). Dari hasil pengamatan dan pendengaran saya pribadi sih (hasil curhat teman, saudara, customer dll), tukang parkir kurang di-welcome.


Ok, sebelum terlanjur ngalur ngidul ngelantur kemana-mana, back to topic. Mengapa saya bilang bahwa profesi tukang parkir juga butuh strategi? Pagi itu di apotik tersebut ada seorang Bapak lengkap dengan seragam parkirnya sedang "on duty" bertugas mengatur "lalu lintas" di halaman apotik. Dalam hati saya berkata: "Wah...sejak kapan nih?" Tapi waktu selesai membeli obat, saya perhatikan ternyata Bapak tukang parkir ini sudah cukup berumur, perkiraan kasar saya sih beliau sudah lebih dari 50 tahun. So, waktu mau keluar dari area parkir saya sengaja mendekati beliau (dengan persiapan untuk membayar, sumpah!) sambil nanya: "Parkir, Pak?". Dan beliau menjawab: "Enggak, untuk mobil saja.." Mendengar jawaban yang "melegakan" tersebut, saya pun pergi. Tapi sesampai di rumah, hal ini masih nyangkut di pikiran disertai flashback kejadian tadi. Setelah saya ingat-ingat, motor-motor di halaman apotik memang dibiarkan begitu saja tanpa diatur dan dirapikan. Dan beliau memang cuma hanya "beraksi" ketika ada mobil yang mau masuk atau keluar dari halaman apotik. So, kesimpulan dan hasil analisa tingkat tinggi saya: Bapak tersebut bekerja cerdik! Untuk usia beliau, jelas tidak mudah dan bisa membahayakan malah kalau sepanjang hari harus menggeser, mendorong, memindahkan motor-motor. Tapi kalau mobil, tinggal dengan sound effect (bersuara, Red) dan sedikit gerakan tangan, beres! Dengan tingkat pendapatan dua kali lipat lagi. Why get hurt, right?


And that my friend, is what I'm talking about.


- SW -  

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments