|
|
Pemilihan KB 1 dan 2 tidak lama lagi, dan pembahasan di koran ini tentang hal tersebut pun sudah cukup banyak. Mulai dari kriteria ideal seorang pemimpin, himbauan untuk kampanye damai sampai ke prediksi golput yang katanya bakal banyak.
Sebagai bagian dari rakyat Kalbar, khususnya Pontianak, yang lahir dan besar di sini, tentunya sama seperti sebagian besar rakyat propinsi ini yang ingin melihat dan lebih penting lagi merasakan kemajuan dan kesejahteraan daerah ini. Saya tuliskan sebagian besar dan bukan semua karena mungkin bagi segelintir orang status quo lebih menguntungkan. Dilihat dari kulitnya, kalau ditanyakan apakah Kalbar ada kemajuan? Pastinya ada. Sekarang ini ada mall yang pernah diklaim terbesar di Kalimantan, ada bank dan hotel bertaraf internasional dsb. Yang paling kentara adalah invasi perusahaan sawit yang sedemikian banyak ke daerah ini.
Yang sangat disayangkan adalah kemajuan ekonomi ini tidak disertai kemajuan di bidang infrastruktur dan bidang lain yang paling mendasar dan mencakup kepentingan orang banyak. Krisis listrik sudah diakui pejabat PLN bahwa penyebabnya adalah mesin tua dari jaman Belanda, yang seolah-olah adalah masalah permanen dan harga mati. Ditambah dengan masalah temporer karena kawat layangan. Jadi setelah semua orang tahu masalahnya, apa solusinya? Mati lampu sudah eksis puluhan tahun lalu, dan tetap eksis hingga hari ini. Air garam yang di-supply oleh PDAM masih rutin mengalir dari waktu ke waktu. Kabut asap juga rutinitas tahunan. Apakah memang kita semua harus menerima ini semua sebagai resiko hidup di negara dunia ketiga?
Saya tidak tahu seberapa besar wewenang dan peranan yang bisa dilakukan pemimpin propinsi ini untuk mengatasi hal-hal tersebut. Tapi ingatlah bahwa 4 477 348 atau lebih dari empat juga penduduk Kalbar mengandalkan Anda (data BPS Kalbar per Juni 2011). Sadarkah akan circle of influence atau lingkaran pengaruh yang dimiliki? Apa yang akan dilakukan pemimpin propinsi ini nantinya dengan kekuasaan dan pengaruh yang dimiliki? Kalau ternyata lima tahun ke depan tidak ada perubahan, dan sejarah terus berulang, event pemilihan kepala daerah ini memang hanya ceremonial dan formalitas saja.
- SW -
Categories: None
The words you entered did not match the given text. Please try again.
Oops!
Oops, you forgot something.